Alasan Terhambatnya Pekerjana Penyandang Disabilitas

Menyebarnya isu ketenagakerjaan mengenai penyandang disabilitas memang akhir-akhir ini sedang gencar dipublikasikan, sebab dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 2016 sudah dijelaskan soal perluasan kesempatan kerja tanpa menyinggung perihal perilaku diskriminatif bagi para penyandang disabilitas.

Sayangnya, menurut data di lapangan, masih banyak para pekerja disabilitas yang hak-haknya belum dipenuhi dan bahkan masih sarat dengan diskriminasi, salah satunya adalah pemberian gaji yang tidak setara dengan pekerja tanpa disabilitas, juga tidak tersedianya fasilitas yang memadai, bahkan di beberapa kesempatan pengembangan karir bagi penyandang disabilitas sangatlah minim. Ini disebabkan karena stigma yang beredar di dalam masyarakat, bahwa penyandang disabilitas masih mendapatkan stigma negative mengenai produktifitas kerja mereka. Banyak orang yang menganggap penyandang disabilitas tidak mampu melakukan pekerjaan dan tanggung jawab mereka dengan baik, sehingga ada beberapa standard yang ditinggikan oleh perusahaan terkait dengan penyandang disabilitas danĀ  jenis jenis penyakit mental.

Biasanya kekurangan fisik juga berpengaruh terhadap upah yang diberikan kepada penyandang disabilitas yang bekerja di perusahaan, misalnya bagi mereka yang memiliki tangan palsu atau kaki palsu. Pemberian upah yang kurang menjadi gambaran yang kontradiktif terhadap kebutuhan disabilitas yang jauh lebih tinggi dibandingkan dengan kurangnya fasilitas public yang disediakan oleh negara sehingga dalam hal ini susah mendapat kesetaraan bagi kaum difabel yang ada di industry kerja. Banyak sekali fasilitas yang disediakan untuk penyandang disabilitas namun masyarakat sekitar kurang mengawasi dan tidak tahu bagaimana cara kerja fasilitas itu untuk pekerja disabilitas sehingga para pekerja disabilitas kurang mendapatkan kenyamanan mereka saat bekerja.

Dalam Undang-Undang No. 8 Tahun 2016, sudah dijelaskan dengan jelas bahwa pekerja disabilitas tidak boleh mendapatkan diskriminasi dan juga berhak mendapatkan kesempatan bekerja yang sama dengan pekerja non-disabilitas yang berada di ruang formal maupun swasta, serta mendapatkan upah yang sama, bahkan pekerja disabilitas juga mengembangkan jenjang karir mereka dengan berbagai hak normative untuk memenuhi kebutuhan ekonomi dengan menyediakan akomodasi dengan tujuan dapat membantu dalam mengerjakan kewajibannya sebagai seorang produktif dalam bekerja.